blog

Diskominfo Raja Ampat Kumpulkan Data Sektoral di Dua Distrik

Raja Ampat, InfoPublik - Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Raja Ampat melakukan pengumpulan data sektoral di dua distrik/kecamatan di Raja Ampat.

Pengumpulan data di Distrik Teluk Mayalibit dan Tiplol Mayalibit tersebut sebagai pilot project pengumpulan data sektoral  tingkat distrik di Raja Ampat.

Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Kabupaten Raja Ampat, Tobias Omkarsba melalui Kepala Bidang Statistik, Arlince K. Mambrasar di ruang kerjanya, Jumat (23/4/2021) menjelaskan, selain melakukan pengumpulan data sektoral tingkat kecamatan kegiatan serupa juga dilakukan di Organisasi Pemerintah Daerah atau OPD di Raja Ampat.

Dia menambahkan, sebagai wali data tingkat kabupaten maka salah tugas Diskominfo, Persandian dan Statistik adalah melakukan  pengumpulan data sektoral.

Karena itu dijelaskan,  kegiatan updating dan analisa data di dua distrik yang dilakukannya bersama staf Diskominfo Raja Ampat bertujuan mengumpulkan data-data sektoral, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia tingkat distrik sehingga data tingkat distrik atau kecamatan terkumpul dengan baik menuju satu data Indonesia.

“Kami harapkan sebagai wali data di pemerintahan daerah siap menyambut program pemerintah terkait satu data Indonesia, bahwa data itu terpusat atau ada di Dinas Kominfo,” ujar Arlince Mambrasar.

Adapun contoh data sektor yang diambil dari kecamatan itu adalah data penduduk yang memiliki e-KTP, jumlah penduduk dari gender baik di kampung maupun distrik. Juga data pertanian  seperti luasan lahan yang digunakan masyarakat.

Data pada bidang pendidikan misalnya, jumlah sekolah dan tenaga guru demikian juga di bidang kesehatan, jumlah ibu-ibu peserta KB, jumlah tokoh agama dan rumah ibadah.

Dikatakannya, data-data sektoral ini sangat penting bagi pemerintah daerah untuk perencanaan pembangunan kedepannya. Rencannya, kegiatan updating data sektoral ini dilakukan setiap tahun karena data berubah seiring dengan perubahan waktu dan perubahan-perubahan ekonomi, juga sosial yang terjadi di masyarakat.

Ia menambahkan arah akhir dari kegiatan ini terbentuk desa cantic, dimana Badan Pusat Statistik akan mencanangkan pada tahun 2021, dan ditindaklanjuti pemerintah daerah.

“Nantinya BPS melatih SDM setiap kampung sebagai admin yang bertugas menginput data," tutup dia.  (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)

Bagikan Berita Ini :