blog

Kadis Kominfo Serahkan Plakat dan Dokumen Smart City ke Bupati Raja Ampat

Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Kabupaten Raja Ampat Frits Feliks Dimara, SPT, MM menyerahkan plakat dan dokumen Smart City kepada Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE di Pantai Waisai Torang Cinta, Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai, Sabtu (26/2/2022).

Penyerahan plakat dan dokumen smart city yang berasal dari Kementerian Komunikasi Informatika RI tersebut bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-1 kepemimpinan pasangan Bupati, Abdul Faris Umlati dan Orideko Iriano Burdam atau biasa disapa pasangan AFU-ORI.

Penyerahan itu disaksikan Ketua dan wakil Ketua DPRD Raja Ampat, pimpinan OPD dan seluruh warga masyarakat Raja Ampat yang menghadiri HUT ke-1 pasangan AFU-ORI.

Frits Feliks Dimara sebelum penyerahan menjelaskan Raja Ampat merupakan satu-satunya kabupaten di Papua Barat yang masuk dalam program dan gerakan menuju  smart city.

Diakuinya penyusunan dokumen smart city ini berlangsung selama satu tahun, dimana beberapa kali tim dari Kemenkominfo dan tim ahli melakukan pendampingan penyusunan dokumen smart city di Raja Ampat.

"Dokumen ini berisi program dan rencana kerja OPD dalam mendukung pengembangan dan pembangunan Raja Ampat sebagai kota cerdas dan tujuan wisata dunia," ujar Frits Feliks Dimara sebelumnya menyerahkan dokumen tersebut.

Selain menyerahkan kepada Bupati, dokumen smart city tersebut juga diserahkan kepada Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam dan Sekretaris Daerah Raja Ampat Dr.Yusuf Salim,M.Si.

Sesuai data yang dihimpun pada tahun 2021, Kemenkominfo bekerja sama dengan Diskominfo Raja Ampat melakukan bimbingan teknis sebanyak 4 kali. Bimtek berupa pendampingan tersebut untuk menyusun dokumen smart city Raja Ampat.

"Raja Ampat merupakan salah satu dari 48 kabupaten/kota di Indonesia termasuk ibukota negara baru masuk dalam program pengembangan kota cerdas atau smart city," kata Feliks Dimara.

Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi Informatika RI dalam websitenya menjelaskan adapun pembangunan kota pintar pada kawasan wisata prioritas memiliki enam pilar sebagai berikut:

Smart environtment, menyiapkan kawasan wisata prioritas menjadi kawasan yang bersih, bebas sampah, dan tertib, tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya;

Smart economy, memastikan implementasi TIK dalam proses transaksi (cashless) berlangsung di kawasan wisata prioritas dan pemerintah daerah sekitarnya.

Smart branding, membantu pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas dalam meningkatkan kunjungan wisata.

Smart government, memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik;

Smart society, memastikan masyarakat tujuan wisata prioritas dan kawasan sekitarnya memiliki kapasitas unggul dan mampu menjadi tuan rumah yang baik.

Dan Smart living, mendorong situasi kawasan wisata prioritas yang kondusif dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, melalui penyediaan transportasi, logistik yang tentram, aman, dan ramah. (Petrus Rabu/mc. Kab. Raja Ampat/toeb)

Bagikan Berita Ini :