blog

ULP ASN Yang Belum Divaksin Akan Ditahan

Waisai, DiskominfoRA- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat akan menahan Uang Lauk Pauk Aparatur (ASN) di Lingkungan Pemda Raja Ampat yang hingga saat ini belum mengikuti vaksinasi COVID-19. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan angka partisipasi vaksinasi Covid-19 pada kabupaten yang terkenal sebagai tujuan wisata dunia tersebut.

“Ada penegasan dari bapak Wakil Bupati dan petunjuk dari bapak Bupati, bahwa ASN yang tidak melakukan vaksin, maka ULPnya kita tahan sampai vaksin tahap pertama dan tahap kedua selesai,” ujar Sekretaris Daerah Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si kepada Jurnalis InfoPublik  di Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (24/11/2021).

Yusuf Salim menjelas, pada vaksin pertama prosetase capaiannya 36% tapi pada vaksin kedua baru 19 %. Untuk itu, dirinya meminta partisipasi seluruh komponen masyarakat untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19 di Raja Ampat.

“Harapan masyarakat jangan mempercayai hoax karena itu membuat pemahaman masyarakat terhadap vaksin ini berbeda-beda. Ada yang melihatnya negatif sehingga pemerintah butuh dan perlu memberikan banyak pemahaman dan informasi sampai ke tingkat bawah,” tambahnya.

Dirinya menerangkan letak geografis menjadi salah satu hambatan suksesnya  program vaksinasi Covid-19 di Raja Ampat. Diakuinya, semua penduduk Raja Ampat berada di pulau-pulau.

“Sementara masyarakat di pulau sampai detik ini berdasarkan informasi  yang kami peroleh, begitu petugas dari kabupaten datang mereka bersembunyi karena mereka percaya kepada hoax tadi sehingga memang ada kendala di lapangan,” tambahnya.

Dirinya juga meminta kepala distrik untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di kampung-kampung.

“Kami akan panggil kepala distrik, di mana dalam kesehariannya menghimbau masyarakat untuk bisa melakukan vaksin  didistriknya. Sehingga harapan kita bisa masuk memenuhi syarat prosentase minimal. Jika memang lebih bagus melampaui. Kita berharap 70 %,” ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat bahwa vaksin ini bermanfaat. Bukan berarti kita terima vaksin terus kita tidak kena Covid tetapi vaksin ini membantu semua orang yang telah divaksin jika memang terpapar maka resikonya kecil .

“Saya harap kepada semua masyarakat bahwa tidak ada lagi alas an apapun.Kita tak perlu percaya hoax. Mari kita dengan percaya diri yang tinggi kita lakukan vaksin. Tidak usah percaya hoax.  Vaksin ini tidak saja di Indonesia tapi seluruh dunia. Kita berharap dengan vaksin ini angka kematian turun jauh,” katanya.  (MC.Kab.Raja Ampat/Petrus Rabu)infopublik.id

Bagikan Berita Ini :