blog

Lestarikan Warisan Leluhur, Raja Ampat Gelar Festival Suling Tambur

Waisai, DiskominfoRA - Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memiliki sejuta pesona wisata. Selain terkenal karena keindahan bentangan alamnya, kabupaten yang dijuluki sepenggal surga yang jatuh ke bumi tersebut juga memiliki beragam pesona budaya. Salah satunya adalah seni budaya suling tambur.

Untuk melestarikan warisan leluhur tersebut, Pemda Raja Ampat menggelar festival Suling Tambur yang dilaksanakan di Kampung Wejim, Distrik Kepulauan Sembilan, Rabu-Kamis (10-11 November 2021).

Festival yang dihadiri Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE,  Wakil Bupati  Orideko I.Burdam, S.IP, M.Ec, Dev dan Forkopimda Raja Ampat dan ratusan warga masyarakat perwakilan distrik di Raja Ampat merupakan festival Suling Tambur ke-4 sejak tahun 2016.

"Festival Suling Tambur ini merupakan kegiatan tahunan untuk mengangkat seni dan budaya di Wilayah Kabupaten Raja Ampat. Namun karena adanya pandemi Covid-19 , festival ini baru dilaksanakan lagi pada tahun ini," ujar AFU, sapaan Bupati Abdul Faris Umlati.

Dikatakannya, pada tahun 2019 dilaksanakan di Kampung Pam Distrik Waigeo Barat Kepulauan dan tahun ini dilaksanakan di Kampung Wejim Distrik Kepulauan Sembilan sebagai tuan rumah. 

"Ini adalah suatu kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat Wejim dalam mengembangkan dan memposisikan potensi-potensi di Distrik Kepulauan sembilan," ujar AFU.

Dijelaskannya, penyelenggaraan sejumlah event besar seperti festival di distrik dan kampung bertujuan mengembangkan potensi budaya dan  promosi potensi sumberdaya yang ada di distrik seperti  kuliner, kerajinan dan beragam seni budaya.

Menurutnya, festival memiliki dimensi dan dampak luas berkesenian, budaya dan mengkampanyekan konservasi bagi keberlangsungan lingkungan hidup dan juga industri pariwisata.

"Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, akan menimbulkan dampak positif dan melestarikan seni budaya suling tambur sebagai warisan leluhur," ujar AFU.

Di samping itu, katanya, festival dapat  mendorong dan meningkatkan usaha-usaha produktif dari masyarakat berupa kuliner, kerajinan anyaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga potensi kearifan lokal.

Dikatakannya, pariwisata menjadi skala prioritas nasional karena  menyentuh masyarakat, sehingga membawa dampak positif. Namun badai Covid-19 dalam dua tahun terakhir telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat termasuk sektor pariwisata.

"Saat ini Pandemik Covid-19 mulai normal, sehingga kita berharap bersama dengan festival suling tambur saat ini dapat memberikan efek semangat dan bangkit dalam memulai kehidupan yang lebih baik lagi," ujar AFU.

Kegiatan festival yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri 11 peserta group suling tambur perwakilan distrik di Raja Ampat, antara lain Perwakilan Distrik Waisai Kota, Distrik Waigeo Selatan, Distrik Batanta Selatan, Distrik Kofiau, Distrik Ayau, Distrik Waigeo Timur, Distrik Misool Timur, Distrik Tiplol Mayalibit, Distrik Kepulauan Sembilan, Distrik Supnin dan Distrik.

"Kegiatan ini lomba suling tambur ini dihadiri sebelas group suling tambur perwakilan distrik di Raja Ampat, mulai dari Misool sampai ke Ayau," ujar Ketua Panitia Festival Suling Tambur Raja Ampat 2021,. Muhiddin Tafalas. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat)infopubik.id

Bagikan Berita Ini :