blog

Polres Raja Ampat Gelar Rakor Terkait Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Raja Ampat, InfoPublik - Rendahnya partisipasi masyarakat mengikuti Vaksinasi COVID-19 mendorong Pihak Polres Raja Ampat menggelar Rapat Koordinasi dengan sejumlah pihak terkiat Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Raja Ampat

Rakor yang berlangsung di Mapolres Raja Ampat, Senin (21/7/2021), dipimpin Kapolres Raja Ampat AKBP Andre J.W Manuputty, S.IK dihadiri perwakilan Kodim 1805 Raja Ampat, utusan OPD, sejumlah perwira Polres Raja Ampat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pimpinan paguyuban di Raja Ampat.

Kapolres Raja Ampat,  AKBP. Andre J.W Manuputty dalam arahannya menjelaskan kegiatan vaksinasi COVID 19 dinilai masih sangat kurang, dimana lansia hanya mencapai 3% di seluruh Kabupaten Raja Ampat.

“Rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan karena minimnya sosialisadi ysng dilakukan seluruh instansi,” kata Kapolres.

Dikatakannya, saat ini sudah keluar Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19.  Dalam Perpres tersebut telah diatur sanksi apabila masyarakat tidak melaksanakan vaksinadi seperti penundaan pembagian Bantuan Langsung Tunai bagi masyarakat.

Kapolres menambhakan, sosialisasi perlu dilakukan untuk mengkounter berbagai informasi hoaks yang ada di masyarakat. Namun hingga saat ini, angka partisipasi masyarakat masih rendah selama pelaksanaan vaksinasi selama satu minggu terakhir.

Kapolres, Andre JW. Manuputty meminta, bagian humas di masing-masing OPD di Raja Ampat untuk turut serta melakukan sosialisasi vaksinasi ke masyarakat serta berperan aktif turun ke lapangan untuk mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi.

“Pelaksanaan sosialisasi dapat dilakukan melalui pemasangan baliho, penyebaran buzzer melalui media sosial dan melalui talkshow di radio.

“Sosialisasi tersebut untuk menjelaskan fungsi vakninasi bagi imun tubuh,” ujarnya.

Polres Raja Ampat juga sudah mendorong Pemda untuk menerapkan peraturan bagi masyarakat yang ingin keluar masuk Kabupaten Raja Ampat harus menunjukkan kartu bukti mengikuti vaksinasi.

Rakor tersebut melahirkan beberapa rekomendasi penting seperti Sertifikat vaksinasi akan menjadi salah satu syarat bagi masyarakat yang ingin keluar masuk Kab. Raja Ampat melalui pelabuhan.

Masyarakat yang tidak dapat menunjukkan surat vaksinasi tidak akan diperbolehkan keluar/masuk Kabupaten Raja Ampat. Namun bagi masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi dan tetap ingin melanjutkan perjalanan keluar/masuk Kabupaten Raja Ampat, maka nanti akan disediakan kegiatan vaksinasi di Pelabuhan.

Dinas Kesehatan Raja Ampat perlu mempersiapkan tenaga kesehatan  atau Vaksinator di Pelabuhan untuk melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat yang ingin keluar/masuk Kabupaten Raja Ampat.

Rekomendasi-rekomendasi seperti ini nantinya tertuang dalam Surat Edaran Resmi Pemda Raja Ampat . (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat/Eyv)

Bagikan Berita Ini :