blog

Raja Ampat Gelar Ujian Sekolah Kesetaraan Paket Tahun Ajaran 2020/2021

Raja Ampat, InfoPublik - Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bahari Kofarkor, melaksanakan Ujian Sekolah Tingkat Kesetaraan Paket A, B, dan C Tahun Ajaran 2020/2021, di Waisai, Senin (12/4/2021).

USEK Tingkat Kesetaraan Paket A, B, dan C yang berlangsung selama tiga hari tersebut, dibuka Kepala Seksi Bina Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Pendidikan Masyarakat, Herry Budiono, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, di Kompleks BPKM Bahari Kofarkor, Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai.

Kepala Sekolah PKBM Bahari Kofarkor, Ronald J.B. Sauyai kepada jurnalis media center Raja Ampat menjelaskan, ujian Tingkat Kesetaraan Paket tahun ajaran 2020/2021 diikuti oleh puluhan siswa, misalnya paket A sebanyak 5 orang, paket B sebanyak 31 orang, sedangkan paket C diikuti 68 peserta.

“Rencana awalnya ada 104 peserta yang ikut tapi karena kondisi geografis  Raja Ampat dengan kepulauan membuat sejumlah peserta tidak bisa hadir,” kata Ronald.

Adapun mata pelajaran pada hari pertama adalah  Matematika, Bahasa Indonesia, Geografi dan PPKN. Sementara hari kedua meliputi mata pelajaran  Bahasa Inggris, Sosiologi, ekonomi dan  keterampilan. Sedangkan hari ketiga meliputi  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), sejarah, seni budaya dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Soal-soal ujiannya disusun langsung Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat,” tambah Ronald.

Dia berharap dengan ujian kesetaraan paket yang didukung Pemda Raja Ampat ini, dapat mengurangi angka putus sekolah, dan makin banyak anak-anak muda Raja Ampat yang memiliki ijazah sehingga memiliki peluang dan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan.

“Pada era sekarang ini, ijazah itu sebagai salah satu syarat penting untuk mendapatkan pekerjaan. Sehingga mudah-mudahan kegiatan yang didukung Pemerintah Kabupaten Raja Ampat ini bermanfaat bagi masyarakat,” tambah dia.

Ronald mengatakan, lembaga PKBM Bahari Kofarkor akan siap menerima peserta baru pada tahun ajaran 2021/2022, sebagai langkah mengurang angka putus sekolah di Raja Ampat. Sehingga masyarakat Raja Ampat menikmati pendidikan seluas-luasnya.

“Pada 2020 proses belajar tidak bisa berjalan karena masa pandemi COVID-19, dan semua lembaga pendidikan memberlakukan belajar dari rumah tetapi jika sudah normal maka akan dibuka untuk penerimaan siswa baru. Masyarakat Raja Ampat perlu menikmati akses pendidikan seluas-luasnya,” kata dia.

(Petrus Rabu/MC.Kab. Raja Ampat)

Bagikan Berita Ini :