blog

Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori Galakkan Program Suntik Kebal Penyakit Campak Dan Rubella

KBRN Biak : Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori  akan menggalakkan program suntik kebal  penyakit  campak dan rubella  bagi pelajar  mulai tingkat taman kanak – kanak hingga SMA, SMK, Sederajat  dijadwalkan bulan Agustus 2018 mendatang, termasuk di pustu, polindes, posyandu, puskesmas dan rumah sakit.  

Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit  Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr, Arun Rumainum, M,kes, usai menghadiri sosialisasi kampanye campak dan rubella di Kabupaten Supiori kemarin, kepada awak media mengatakan, suntik kebal penyakit campak dan rubella  secara serentak dilaksanakan di sejumlah kabupaten kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Supiori mewakili Provinsi Papua.  

Program suntuk kebal penyakit tersebut mampu melindungi dua penyakit skaligus yakni campak dan rubella, berbeda dari yang biasanya, dilakukan  petugas kesehatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit hanya imunisasi terhadap penyakit campak.     

Menurut Dr. Arun Rumainum, rubella merupakan jenis penyakit ringan apabila menginfeksi ibu hamil berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan bai  seperti cacat mata, tuli, cacat jantung bahkan mengalami keterbelakangan mental.

“ Kalo kita curiga campak dan rubella, kita harus bawa darahnya dan diperiksa di Surabaya, yang terjadi di 2017 itu, ada 10 Kabupaten Kota yang dicurigai campak dan diambil darahnya dikirim ke seurabaya, hasilnya ada campak dan rubella, salah satuhnya Kabupaten Biak Numfor.” Ujar Dr, Arun Rumainum,

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit, Dokter Arun Rumainum optimis   dilaksanakannya program suntik kebal penyakit campak dan rubella  bagi bai usia 9 bulan hingga 15 Tahun, kedepan  tidak ada lagi kejadian luar biasa campak dan rubella di Tanah Papua.   

Ia berharap  seluruh komponen masyarakat  terutama pemerintah kabupaten kota  mendukung program suntik kebal penyakit campak dan rubella  sehingga kejadian campak yang membunuh 66 bai dan balita di Kabupaten Asmat, tidak di alami di Kabupaten Kota lain di Papua.(RL).  

 

Bagikan Berita Ini :