blog

Raja Ampat Terpilih Pada Program Gerakan Smart City

Raja Ampat, InfoPublik - Kabupaten Raja Ampat menjadi salah satu kabupaten dari 48 kabupaten/kota maupun provinsi di Indonesia yang terpilih pada Program Gerakan Menuju Smart City tahun 2021.

Hal ini ditegaskan Sub Koordinator Pengembangan LAIP Kemenkominfo, Dwi Elfrida Simanungkalit saat ditemui di Kantor Kemenkominfo beberapa hari lalu.

Untuk Kabupaten Raja Ampat terpilih pada tahun ini karena sesuai dengan program prioritas Presiden Joko Widodo tentang sepuluh kawasan pariwisata prioritas nasional.

"Maka salah satu kawasan yang dipilih adalah kawasan pariwisata Raja Ampat untuk dibangun dan dikembangkan sejajar dengan the new bali, bali baru,” ujarnya.

Dirinya berharap nanti jumlah wisatawan baik lokal maupun manca negara yang berkunjung ke Raja Ampat akan terus meningkat atau lebih banyak dari wisatawan yang berkunjungan sebelumnya.

“Agar kunjungan melebihi kunjungan wisata di Bali atau kunjungan sebelumnya, maka kawasan wisata Raja Ampat perlu didukung dengan kehidupan masyarakat yang nyaman untuk ditingali oleh wisatawan,” ujarnya.

Oleh karena itu, program gerakan menuju 100 smast city ini ditujukan kepada Kabupaten Raja Ampat supaya seluruh aspek, seluruh entity dalam Kabupaten Raja Ampat tersebut bisa mendukung kawasan Raja Ampat jadi kawasan pariwisata setingkat Bali. Bahkan bisa melebih dari Bali.

Dirinya menambahkan langkah awal dari program gerakan menuju 100 smart city pada kawasan pariwisata prioritas nasional ini adalah penyusunan master plan smart city.

Oleh karena itu nanti dijadwalkan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Dirjen Aptika Kementerian Kominfo dengan setiap kepala daerah dari 48 kota/kabupaten yang ada pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan kawasan ibukota negara baru.

“Kita harapkan semua perwakilan dari OPD di daerah terlibat aktif dalam proses penyusunan masterplan smart city tersebut dan meminta komitmen kepala daerah yang tegas dalam penyusunan masterplan smart city dan implementasinya,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan Kementerian Kominfo RI sudah mulai program yang disebut gerakan menuju smart city sejak tahun 2017.  

Dan dari 2017 sampai dengan 2019 adalah 100 daerah kota/kabupaten sebagai percontohan implementasi kota cerdas atau smart city. 

Kota Cerdas atau Smart City mempunyai enam pilar yaitu tata kelola pemerintahan yang cerdas, pengelolaan ekonomi masyarakat yang cerdas, pengelolaan lingkungan yang cerdas.

Serta, menciptkan atau mengkondisikan masyarakat yang cerdas dan smart branding yaitu untuk menciptakan  branding kota/kabupaten supaya bisa dikenal nasional dan internasional.

Selain program gerakan menuju smart city, Kementerian Kominfo RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) terus mendorong pembangan jaringan atau akses komunikasi di Raja Ampat.

 Hal ini ditandai dengan dialokasinya 91 site BTS yang akan dibangun di Raja Ampat. Dan tahun 2021, terdapat 37 BTS yang akan dibangun untuk mengatasi persoalan akses telephon di Raja Ampat.

“Pemerintah dan Masyarakat Raja Ampat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Kominfo RI dan BAKTI yang terus memperhatikan pembangunan jaringan telekomunikasi di Raja Ampat,” ujar Sekretaris Dinas Kominfo Raja Ampat, Frits Felix Dimara mewakili kepala dinas di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Jumat (23/4/2021).

Terkait terpilihnya Raja Ampat masuk dalam program gerakan menuju Smart City, Felix mengakui mendukung dan berkomitmen untuk terus membangun koordinasi dengan Kemenkominfo di Jakarta. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat/toeb)

Bagikan Berita Ini :